selamat datang di website ku..... website sederhana yang mengulas tentang pernikahan .... dan mudah-mudahan ini bisa membantu anda dalam pelaksanaan event weddding anda

Cari DISINI

 Dahar Klimah / dahar kembul dan ngunjuk tirto wening

Saling menyuapi dan minum bersama satu sama lain yang melambangkan kedua mempelai akan hidup bersama dalam susah maupun senang.
 

mertui

 Mertui / mapag besan / jemput besan

Orangtua mempelai wanita  menjemput orangtua mempelai pria, (di depan rumah, pelataran atau di tempat yang disediakan ).   Ini melambangkan Melambangkan kerukunan antar keluarga kedua mempelai,  Mereka kemudian bersama-sama berjalan (bapak menggandeng bapak besan , dan ibu menggandeng ibu besan)  menuju tempat yang telah disediakan (pelaminan) untuk menerima sungkem dari anak-anaknya
 
 Kacar-kucur/ tampa kaya: 

Kacar kucur / tampa kaya adalah sebuah tahap dimana pengantin pria memberikan ‘lambang harta’ dengan cara dikucurkan pada pangkuan pengantin wanita yang dibawahnya dialasi dengan kain ‘Lambang harta’ yang terdiri dari beras dan segala macam biji-bijian dan uang logam sebagai simbol rejeki yang melimpah. Diusahakan isinya jangan sampai tercecer, karena tercecer melambangkan sikap yang boros. Selanjutnya mempelai wanita menyerahkan ‘lambang harta’ yang sudah diikat kepada Ibunya, hal ini mempunyai makna simbolis wujud bakti seorang anak memberi apabila orang tua membutuhkan.
NB : Tampa kaya mempunyai makna simbolik bahwa seorang pria bertanggung jawab untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.Tampa kaya juga mempunyai makna sebagai lambang bahwa sikap seorang wanita seharusnya bersyukur menerima nafkah dari suami sebesar apapun dan mengelolanya dengan benar, cermat dan berhati-hati dan sebagai seorang pria wajib bertanggung jawab akan kehidupan keluarganya, suami tidak boleh curang, semua kekayaan hasil jerih payahnya harus diserahkan kepada istrinya. Serta mempunyai makna pengharapan aliran rejeki yang lancar. Selain itu juga mengandung makna wujud bakti seorang anak memberi atau membantu apabila orang tua membutuhkan.
 
 
 bobot Timbang


Kedua mempelai duduk di pangkuan bapak mempelai wanita sebagai tanda kasih sayang orangtua terhadap anak dan menantu .
NB : ibu akan bertanya pada bapak: “ abot endi pak?”  [berat mana pak?  Dan bapak menjawab:  “yen ditimbang pada abote”   [kalau ditimbang sama beratnya].  yang artinya: kasih sayang terhadap anak dan mantu sama besarnya, tidak membeda-bedakan.  Selanjutnya bapak memegang bahu kedua mempelai untuk didudukkan di pelaminan.
 
 

 Sinduran

 [sindur adalah semacam selendang berwarna merah, berpinggir putih berliku-liku].
Sindur ini ditelungkupkan di pundak kedua mempelai oleh ibu mempelai wanita, kemudian bapak mempelai wanita memegang ujung kain sindur dan menarik kedua mempelai  pelan-pelan menuju pelaminan, ibu mempelai wanita  meletakkan telapak tangannya di bahu mempelai, mengiringi dibelakangnya.
 artinya:bapak-ibu menunjukkan jalan menuju kebahagiaan dan dorongan dalam membina rumah tangga. Dan sebagai tanda bahwa kedua mempelai sudah diterima sebagai keluarga.Sedangkan Sindur yang berpinggir lekuk-lekuk putih  artinya  jalan hidup itu tidak lurus tapi berliku-liku, kadang diatas kadang dibawah.

NB : Perlu diketahui bahwa, mulai  proses sinduran, orang tua mempelai pria dipersilahkan duduk di depan rumah, pelataran atau tempat yang disediakan, karena tidak diperkenankan mengikuti  rangkaian prosesi panggih lagi sampai acara panggih selesai, barulah diadakan Upacara mertui/mapag besan.

SELENGKAPNYA


Diambil dari beberapa sumber dan informasi





PENCARIAN TERATAS DARI BLOG INI

TERBARU

gallery arsip pernikahan

  pelaksanaan wedding sebelum pandemi arsip by yusi wedding